Powered By Blogger

19.7.12

R for Rio

Sekarang aku cerita tentang tambatan hatiku #ceileeee... Namanyaaa Aunurrio, hihi lucu ya namanya kaya orang bule #ha? #ga nyuambung! Panggilannya Rio, My Rio. Rio itu yang sangaaat suabaar sama aku, yang mengajarkan aku "banyak hal" #bisa positive bisa negative hahhaa. Pokoknyaa untuk saat ini, dia cintaku :3 #aseeeeek
Kalo di film-film nih, dia itu pangeran berkuda putih, soalnya kalo kuda hitam dikira "boloten" huahahaha. Uniknya, pangeran yang satu ini bogang pemirsaaaaa.... huekekekke.. tapi gapapa, yg penting khan aku cintaaaa #uhuii
Nih mukanya pangeraku, jangan di simpen, jangan diguna-guna, itu jodohku :3
eitsss bukaaaaan ini, kalo ini mah David V.Sanchez favorite para wanita hehehe.
naaah ini nih benerrrrr, aku sama pangeranku. Serasi khn? *harus jawab "iya"

secercah cahaya #pret #pret #pret

Sudah 20 tahun lebih 10 hari aku bernafas. Alhamdulillah dikasi umur panjang. Selama ini aku sadar, aku hidup dengan penuh dosa. Sholat juga bolong-bolong, puasa ngga pernah ditebus, gampang marah sama orang, suka nge-gossip #eehh kalo itu mah sudah pembawaan *pembawaan dari hongkong?*. Pokoknya banyak dosa deeeh.
Tuhaaaan, i'm sorry. i'm missing you, God :(
Jujur aja lho yawn, ngga bohong ini. Tapi kalo sudah ngerasa jauuuuh sama Tuhan, bawaannya tiap hari marah-maraaaaaah melulu. Ada aja yang disebelin, yang ditangisin, ada aja yang bikin resah gundah gulana #pret. Nggak pernah bisa tenang lhoo...
Saking jauhnya sama Tuhan sampe takut setan. aaaa tidaaaaaak.. kalo tengah malam gini, buat ke kamar mandi yang di depan kamar  aja takut! Percaya ngga percaya it's true! Ya Allah, i miss you. Dulu aja waktu rajin-rajin nya sholat, mau ada zombie sekalian mah "woles" huahahaha, lha kok sekarang......
Ya intinya, ketika kita jauh dari Tuhan pasti ada aja yang kurang lengkap di hidup. Bahagia pun enggak utuh. Walaupun hidup sebenernya sudah sangat nikmat, tapi isinya mengeluh aja setiap saat. Denger omongan sedikit maraaaahnyaa luaaaar binasaaaaa. Hidup enggak damai lah pokoknya :)
Aku cuma berharap rasa malaaaaass dan kafirku ini lenyap selamanya huahahahaha #glek #mambu abab
Semoga aja ya, bismillah :)
Marilah kita akhiri tulisan ini dengan membaca Al-Fatihah #jleb #glek #dipikir selametan?!

9.3.12

hell-o para penggalau hoax

Seberapa banyak follower km di akun twitter? atau temen yang ada di BBM km? atau bagi yangmenggunakan facebook, seberapa banyak temen kamu disana?
Dari sekian banyak pengguna aku selalu menemukan para penggalau. Galau itu pasti, tiap orang boleh galau kok. Tapi tetep beaturan dong. Lebih baik nggak usah lah di share kesana sini. Galau aja udah di share di status BBM, di Tweet atau di facebook.
Galau itu kita yang ngerasain, buat apa ngeshare ke publik. Kalo ada masalah curhat aja ke temen, beres khan? Bikin status galaunya cukup 1-2 kali, nggak perlu sampe nyampahin status tiap 5menit sekali buat nyatain galau. Kalau ada orang lain galau dan ngebaca stattus/tweet galau yang menggunung itu, pasti bawaan nya pengen ngedelete si penggalau.
Anak SMA galau, masih labil. Lha yang udah kuliah masa juga nyampah??
Please be smart ya.... Masa tabiat anak sekolah sama kaya anak kuliah?

28.12.11

Perempuan Setengah Gila

Untuk kedua kali bertemu dengan perempuan semacam ini dan ini yang lebih parah. Perempuan bermuka dua, dengan segala kepura-puraannya. Bahkan kalau dipikir ulang hampir seluruh perkataannya tidak dapat dipercaya. Perempuan yang memakai topeng tegar dan sok jago, namun berhati helokitty nan rapuh. Kebaikannya selama ini tertutup perlahan oleh kebusukan yang selama ini tertutup. Dia membuka satu-per-satu kebusukannya tanpa ia sadari. Menjadi orang yang berbeda di depanku dan menjadi pribadi berbeda di depan sahabatku. Seseorang yang kupikir kuat, seseorang yang kupikir sejalan, namun nyatanya tak semudah semua yang ada di otakku.
Dia perempuan yang berkepribadian ganda, mungkin. Meremehkan semua hal, semua orang, seakan dia adalah mampu segala-galanya. Tidak begitu susah memang untuk membuatnya membuka kedoknya sendiri, hanya membutuhkan pendekatan mendetail kurang dari setahun dan perlahan dia akan membuka semuanya sendiri.
Ternyata, masih ada orang yang seperti itu.

27.10.11

letter for today


Pernahkah kau merasakan bahwa dirimu tidak berharga? Bahkan mungkin bila kau terbuang pun tidak akan yang mengulurkan tangan padamu. Atau bahkan kau mengilustrasikan dirimu bagai koleksi pakaian yg disimpan di gudang karena rusak dan tidak akan diletakkan di bagian paling depan toko untuk dijual, karena bahkan dengan harga gratis tidak akan ada yang memungutmu. 

Sungguh menyakitkan apabila orang-orang mengatakan secara terang-terangan bahwa kau tidak cukup mampu, bahwa kau tidak cukup hebat, bahwa kau tidak cukup berada. Tapi juga tak kalah menyakitkan ketika dirimu harus menemui kenyataan bahwa mereka, orang-orang yang tersenyum di depanmu, ternyata menggunjingmu dari belakang. 

Menyatakan ketidakmampuan mu atas berbagai hal yang memang faktanya kau pun tidak mampu. Hal yang paling menyakitkan adalah mengetahui bahwa orang yang kau sayangi bahkan juga meragukan itu semua.

Apa yang kau lakukan ketika keluargamu mengkhawatirkan masa depanmu dengan anggapan bahwa kau tidak punya kemampuan untuk menuju masa depan? Mungkin kau akan diam, sama seperti aku. Membiarkan mereka beranggapan seperti itu, mencoba mendengar dan memberikan senyuman kecil kepada mereka sambil bergumam dalam hati “terkutuklah mereka!”

Ibuku datang padaku, menceritakan kekhawatiran mereka yang menurutku tidak masuk akal, seolah mereka yang akan menuliskan takdir pada suratan takdirku. Ketika ibu menyatakan hal tersebut, aku menatap wanita separuh baya itu dengan senyuman. Sangat menyakitkan tersenyum memandangnya kala itu. Bahkan aku bisa membaca sesuatu yang tersirat dari cara dia memandangku, dia hanya diam menatapku (yang berarti dia juga mencemaskanku). Tanpa membalas senyuman yang sulit ku suguhkan dari bibirku.  Aku hanya menjawab dengan jawaban santai saat itu, seolah aku tidak memperdulikan apa yang orang lain katakan padaku.

Hari ini, aku mencoba berbincang santai pada ibu namun itu hanyalah aktivitas yang membuatku menangis setelahnya. Ibu menjawab perkataan orang lain tanpa perlu orang tersebut mengulang apa yang dia katakan, namun tidak kepadaku. Seolah aku sangat tidak diharapkan. Aku bahkan harus sedikit membentak agar ibu membalas perkataan terakhirku, dan beliau membalas dengan nada yang juga tidak bersahabat. 

Aku hanya menghabiskan waktu untuk menangis di kamar dan berdoa supaya kekasihku segera datang dan membawaku berkeliling, kemana saja asal bukan berdiam di rumah ini.
Menangis, mungkin hanya itulah hal yang bisa kulakukan saat ini. Mengingat bahwa aku adalah gadis perempuan yang tidak bisa apa-apa hingga semuanya menganggap aku memang tidak memiliki kelebihan yang mencolok. 

Tidak seperti gadis lain pada umumnya, aku sama sekali tidak pernah menyentuh perabotan dapur, tidak heran bahwa aku jelas tidak bisa memasak, tidak bisa membereskan rumah, dan bahkan tidak suka melakukan aktivitas perempuan. Aku tidak bisa berenang, bahkan untuk mengendarai sepeda roda dua saja aku sudah lupa bagaimana memulainya. Aku kurang pandai dalam meredam emosi, tapi aku bersyukur memiliki kekasih yang penuh perhatian dan sangat mengerti watakku. 

Kekasihku, adalah salah seorang yang menerima aku dengan penuh seluk beluk kekurangan. Dia menghargaiku, dengan keterbatasan yang nyata padaku. Aku tidak pernah menyangka sebelumnya, bahkan keluargaku akan sangat menyakitkan seperti ini. Apakah memiliki keluarga akan sesakit itu? Apakah keluarga besar memang menyebalkan? Aku bahkan tidak mampu menceritakan hal yang mengganggu ini kepada kekasihku, aku pasti akan penuh isak mengingat apa yang kuperbincangkan dengan ibu waktu itu.

Aku merasa seperti gadis yang tidak berguna. Selama ini aku hanya berusaha selalu patuh dan menjadi gadis baik untuk ibuku. Aku sadar aku tidak bisa memberikan apa-apa sekarang selain memberikan nilai ku yang terkadang ajaib pada ibu, dan etitude seorang anak yang baik. Ibu melarangku bekerja, aku pun menurut. Ibu ingin aku mencari pria yang baik, dan ibu tahu aku selalu mendapatkan pria yang baik. Ibu tidak ingin aku menjadi gadis yang menilai segala sesuatu hanya dari segi materi, dan aku memahaminya serta menjalankan pemahamanku terhadap hidup yang saat ini menjadi dendam untuk kuselesaikan. Selama ini aku hanya berupaya menjadi gadis yang baik menurutku, tapi mungkin hal tersebut belumlah pantas untuk ibuku. Mungkin saat ini ibu hanya bingung mengatakan secara lembut kepadaku bahwa “aku sama sekali tidak berguna”

Aku sedih, jujur aku sedih. Aku tidak pernah mengerti kenapa semua orang seakan mengecamku dengan kalimat-kalimat yang terus merusak jaringan otakku secara perlahan. Ada sedih, marah, menyesal, dan dendam didalam nyawaku saat ini. Aku dendam untuk membuktikannya nanti. Mungkin saat ini, aku hanya akan diam karena menurutku akan sangat tidak pantas untuk mengatakan sekarang juga kepada mereka bahwa yang mereka pikir tentang aku itu tidak benar! Sedangkan aku barulah menjadi seorang pelajar yang tidak memiliki apa-apa ditangan selain ilmu yang baru sedikit kupelajari ini. 

“…Suatu saat aka nada era baru, dimana saatnya aku berbalik dan menertawakan teorimu..Suatu saat kau akan menatap mengenaliku, tapi aku hanya akan mengacuhkanmu…” 

Untuk ibuku, maaf karena kalimat itu juga ditujukan untukmu. Untuk keluargaku yang sangat kucintai, aku meminta maaf karena memiliki dendam sebesar ini pada kalian. Dendam ini sebesar sakit yang kalian tanamkan perlahan padaku. Tapi aku bukan hewan yang tidak punya hati nurani, aku tidak akan meninggalkan seluruh keluarga besar seperti sampah walaupun sekarang aku beranggapan mereka memperlakukanku seperti itu.

Suatu hari nanti, kalian semua akan tahu kepada siapa kalian menggores luka. Saudara mu ini menangis hingga mata membengkak, dan akan memberikan perwujudan yang tidak akan kalian duga. Aku akan mencari pekerjaan serta kehidupan dibelahan bumi yang lain sehingga aku tidak perlu mengingat kesedihan ini. Jika aku berhasil nanti, eits tidak, yang benar adalah aku pasti akan berhasil dan ketika aku berhasil beberapa waktu kedepan nanti, aku akan memilih untuk merantau. Kemana pun takdir membawaku, kemana pun hidup ini bisa berjalan seperti dendamku hari ini. Aku akan merantau jauh meninggalkan kalian dengan waktu yang tidak sebentar, hingga suatu saat kalian akan sadar. Aku bahkan memiliki penghasilan puluhan kali lipat lebih tinggi daripada yang kalian bayangkan, aku akan memiliki rumah dan tanah dimanapun aku akan menginjakkan kaki. Aku akan tinggal pada kediamanku yang nyaman, atau mungkin aku akan menempati apartemen paling megah dan mewah dari yang pernah kalian kunjungi.

Ibuku, aku akan meninggalkanmu cukup lama. Aku berencana merantau dan tidak akan pulang sampai aku membawa calon menantu yang pasti untukmu. Aku mencintaimu, dan aku akan menangggung seluruh keperluanmu dan adikku. Aku hanya ingin membuatmu bangga dan kau bisa merasakan, ketika aku membuatmu bangga, kau tidak bisa dengan leluasa berbincang padaku, memelukku, menatapku atau bahkan mengabaikan ucapanku seperti hari ini. Aku mencintaimu, tapi aku tidak ingin menciumu, tidak ingin memelukmu, seperti hari ini.

18.9.11

Tentang Kekasihku

Awalnya sih berawal bener-bener iseng dikenalin sama temen yang kebetulan lagi telp an, eh kenalan di telp lanjut sms. Bener-bener iseng !! Sms an juga isinya masih datar-datar aja, bahkan waktu itu aku masih pengen buat sendiri dulu. Sms-an ma dia itu nyambung. Diajak ngobrol asik, diajak bercanda enak, diajak ngobrol agak berat juga nyambung :)
Keluar beberapa kali dan akhrinya pacaran setelah sebulan kenal :)
Awalnya gak ada pikiran pacaran sama anak yang kuliah di luar kota, bener-bener kayaknya semua nya udah diatur sama Tuhan.
Riyo (namanya) buakan tipe anak yang sok perhatian, bukan cowok yang lebay dan bukan tukang gombal. Satu hal yang paling susah, nih pacar geniiiiiiiiiiiitttt banget ke cewek-cewek. Awalnya seh emang sebel, perlu adaptasi ma sifatnya yang genit. Lambat laun ya aku cuekin emang dasarnya dia genit -___-" mau diapa-apain juga tetep genit !
Yang paling gak nguatin juga nih pacar suka janji-janji palsu. Karena mungkin aku keseringan marah, sampek kadang aku gak ngereken waktu dia batalin janji kesekian kalinya. Sampe capek lhooo.
Sering berantem karena aku nya yang suka marah, untungnya dia masih sabar sampai sekarang. Meskipun umur pacaran kami cuman 3bulan, tapi aku harap bakal langgeng.
Nih cowok bener-bener menghargai aku, enggak pernah maksain aku ngelakuin sesuatu yang aku enggak suka. Cara dia menghargai aku itu bener-bener bikin meleleh hha :p
Sering banget aku ngucapin kata "putus", tapi dia selalu kembali melelehkanku dengan kelakuannya. Banyak pengorbanannya yang gak pernah aku dapet sebelumnya dari para mantan. Terkadang aku memposisikan diriku pada dirinya, dan jujur kalo aku menghadapi seseorang yang memiliki sifat sekeras batu seperti diriku sendiri pasti udah aku tinggalin.
Untungnya Rio enggak :) Semoga Rio selalu sabar Tuhan, dan semoga aku bisa mengontrol diri supaya aku enggak jahat lagi sama Rio :*
Aku dan Rio itu LDR lhoooh, tapi aku ngerasa sejauh apapun kami, aku selalu ngerasa dia akan selalu ada buat aku, buat ngedengerin cerewetku, buat mendapat amarahku yang gak sepenuhnya salah dia :')
Satu lagi, ketika aku naksir sama seseorang aku pasti nyari informasi soal orang itu termasuk Rio. Tapi lebih sering aku mendapat informasi lebih dahulu sebelum si Rio cerita atau bahkan Rio gak cerita kalo enggak aku sindir. I know you more than you know honey, i just wait you to speak ! Sayang sekali, Rio tipe cowok yang berbicara setelah aku tanya.
Rio memanjakanku, dan aku baru menemukan yang seperti ini :) *Alhamdulillah yah*

Aku

Kali ini aku akan bercerita sedikit tentang diriku sendiri :p
Aku manjadi anak semata wayang selama 7 tahun hingga pada umur 8 tahun aku memiliki seorang adik perempuan dan statusku berubah menjadi "kakak"
Aku tinggal bersama kedua orang tua dan nenekku, juga adikku setelah dia lahir.
Aku tumbuh menjadi anak yang manja, penakut dan lemah. Mungkin itu akibat selama 7 tahun apa yang aku minta terpenuhi dirumah. Suasana rumah yang tidak pernah kejam padaku kecuali almarhum nenekku yang selalu membuatku marah tiap harinya. Beliau begitu menyayangiku hingga tidak mengizinkanku untuk bermain dengan sembarang teman, selalu menyuruhku makan setiap waktu dan aku selalu membentak beliau. Selalu ada pertengkaran di tiap hari karena permasalahan "makan". Hal tersebut membuatku tumbuh menjadi anak yang pemarah.
Berjalannya waktu, aku bersekolah disana-sini. Menemui beragam macam orang dengan berbagai sifat dan karakter. Perlahan aku belajar dari seseorang untuk menjadi egois. Kala ketika itu aku menemui orang yang sangat ceplas-ceplos dan tidak memikirkan perasaan orang lain. Banyak diantara mereka bahkan mencari kepentingan pribadi meskipun itu tidak menguntungkan orang lain. Akhirnya aku mengambil keputusan bahwa "Hanya aku yang dapat menyelamatkan hak ku sendiri. Mereka tidak menghargai orang lain jadi buat apa aku menghargai mereka. Mereka mencari kepuasan pribadi jadi aku juga tidak boleh lemah dengan hanya mengiyakan semuanya. Aku bukan kambing congek yang menuruti sesuatu yang tidak menguntungkanku. Dunia ini engga seramah keadaan rumah yang selalu jujur padaku dan mengutamakan aku, hanya aku yang dapat menolong diriku sendiri. Jadi aku harus segera bersikap sebelum mereka bisa seenaknya menganggapku bodoh"
Aku sempat belajar hidup dari cinta. Cinta monyet dimana saat ini aku sangat menyesal akan itu. Namun cinta monyet yang menjadi kebodohanku di masa lalu itu mengajarkanku bahwa "Cinta semakin dikejar semakin tak kau dapat. Terkadang akan banyak kau temui kebohongan terselip di dalamnya. Beragam pria kutemui dengan beragam karakter yang berbeda. Tidak semua pria yang menyatakan menyayangimu itu jujur. Lidah tak bertulang, persentase untuk berbohong sangatlah besar, apalagi hanya dengan mengandalkan kata cinta"
Aku belajar banyak dari masa kecil ku hingga saat ini, aku mencoba mengatur semuanya. Pura-pura diam padahal aku tahu apa isi hati mereka. Pura-pura diam namun perlahan menjauhi mereka yang aku tidak suka.Belajar untuk munafik? tidak ! tentu tidak. Aku hanya menjalankan semuanya dengan caraku sendiri. My Life My Rules. Tidak perlu banyak bicara untuk menggambarkan ketidak sukaan kepada seseorang. Just keep silent. Karena hanya aku yang paling mengenal diriku sendiri.