Powered By Blogger

17.5.11

sex

Jika membicarakan mengenai sex, akan muncul beberapa emotion berbeda pada setiap individu.
Ada yang tersipu malu-malu enggan membicarakannya, ada yang malah blak-blak an menceritakan mengenai pengalaman mereka mengenai hal itu, ada yang mendengarkan seksama karena penasaran akan hal tersebut, namun tetap saja ada yang cuek dan tidak begitu tertarik mengenai topik ini.

Mungkin pada kenyataannya, seorang Ibu enggan memberikan pengajaran dan pengarahan mendetail terhadap anak-anaknya terlebih putrinya. Menurut para Ibu, hal tersebut akan anak-anak terima ketika anak-anaknya mendapati pelajaran tertentu di sekolah yang nyatanya apa yang diajarkan di sekolah tidak pernah tersampaikan dengan sempurna. Seorang Ibu merasa sangat janggal memberi materi ini terhadap anaknya padahal sebenarnya beliau lah yang dapat memberikan pengarahan terbaik.
Menurutku adanya kejanggalan mengenai ini itu akibat budaya negara kita sendiri yang tidak menganut kebebasan untuk melakukan hubungan sex pranikah (kenyataannya jaman sekarang hal tersebut hampir sudah biasa). Hal tersebut semakin menjadi apabila anak-anak tidak diberi pengarahan cukup masalah sex sejak dini.

Seorang remaja lebih suka membicarakan masalah sex atau hubungan sex yang telah dilaluinya kepada teman sebaya nya. Kenapa bercerita kepada temannya? Karena kejanggalan yang dibuat oleh Ibu mereka sendiri. Para Ibu terus mendoktrin anak-anaknya untuk terus pada jalan yang benar. Yah, memang itu yang seharusnya, seorang Ibu tidak akan membiarkan anaknya terjatuh. Namun harusnya dengan alasan itu pula lah seorang Ibu sebaiknya memberikan pengarahan secara gamblang mengenai sex terhadap anak-anak mereka.

Di jaman edan seperti sekarang, rasanya sudah tidak perlu lagi mendoktrin anak-anak untuk tidak melakukan hal-hal yang melanggar moralitas. Cukup sebaiknya diberi materi cukup, penyelesaian terhadap konflik, dan setiap individu berhak menjalani kehidupan mereka masing-masing dengan cara mereka sendiri.

Aku bahkan masih ingat ketika aku sudah berumur 17tahun, aku bahkan tidak dapat membedakan benda bernama kondom dengan balon. Bahkan sampe detik ini, aku tidak pernah menyentuh benda itu. Disisi lain aku geli membayangkan apa saja yang bisa diperbuat oleh benda kecil itu, disisi lain aku benar-benar ingin tahu untuk hanya sekedar pengetahuan umumku.

Semoga Ibu-ibu di jaman mendatang juga memiliki pemikiran lebih kritis dan modern untuk tidak membiarkan anak-anak bodoh masalah sex

Tidak ada komentar:

Posting Komentar