Powered By Blogger

18.9.11

Life Style

Life Style adalah salah satu topik yang engga akan selesai dibahas. Banyak hal-hal menarik di dalamnya. Bahkan tanpa kita(biasanya para wanita) sadari bahwa sebagian besar bahan gosip adalah mengenai lifestyle.
Mengenai siapa mereka, pakaian apa yang mereka pahai, merk apa yang selalu menggantung di tiap detail yang mereka kenakan, dimana tempat tongkrongan mereka, siapa pacar mereka, apa olahraga kesukaan mereka, apa merk handphone mereka, mobil apa yang mereka gunakan, kemana mereka pergi berlibur, dan lain-lain.
Tahukah kalian, aku bahkan pernah berhenti mendekati pria karena masalah yang satu ini "lifestyle". Ini bukan berarti minder atau tidak percaya diri. Namun, aku hanya berfikir akan perbedaan lifestyle kami yang terlalu jauh.
Seperti contoh simple nya, lelaki itu menyukai dugem sedangkan aku tidak. Apakah jika suatu saat dia mengajakku untuk dugem dan aku pasti akan menolak. Aku akan banyak memiliki ratusan negative thinking ketika dia dugem tanpa adanya aku. Kenapa? karena aku tidak suka kegiatan itu, ketidak sukaan ku terhadap suatu hal tentu karena aku sudah menganggapnya negative. Dengan kata lain, aku bisa saja menghabiskan malam penuh kekhawatiran akan sesuatu yang engga sepenuhnya nyata.
Contoh lain adalah ketika aku ingin menghabiskan waktu ke toko buku dan dia bukan lelaki yang suka ke toko buku. Aku bahkan berpikir bahwa dia pasti akan meninggalkanku nongkrong dengan teman-teman nya selama aku asyik membaca buku.
Terlalu banyak perbedaan lifestyle yang terkadang menjadi penghalang yang mendasar. Seperti tembok tinggi yang transparan yang sering dianggap remeh awalnya. Banyak yang berpendapat "oh please, it just lifestyle means nothing. you have love" , namun tidak menurutku. Love can delete the big walls? bullshit--"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar